5 Amanat Cerita Asal-Usul Sungai Kawat dan Ringkasan Cerita

Apa saja amanat dalam cerita asal usul Sungai Kawat?
aesthetic banget nelayannya

Kalau tidak salah saya dulu pernah menonton kisah ini dalam bentuk sinetron atau animasi. Ceritanya simpel, tapi ngena. Terlebih buat amanat cerita asal-usul Sungai Kawat yang bisa dijadikan pelajaran oleh kita sebagai para pemula yang baru hidup di dunia.


Berikut adalah amanat cerita asal-usul Sungai Kawat:


Apa Amanat Cerita Asal Usul Sungai Kawat?


Kisah ini menceritakan tentang keserakahan. Latar ceritanya terjadi di sungai. Seperti judulnya, asal muasal sungai kawat, bukan danau kawat apalagi laut kawat.


1. Jangan serakah nanti kita bisa celaka.


Orang serakah selalu merugi. Seperti pada kisah cerita ini, karena keserakahannya pada kawat emas, dia pun tenggelam karena kapalnya tidak mampu menanggung beban berat. 


Contoh kecil dari serakah yang membuat rugi kehidupan kita bisa dilihat pada seorang anak yang mengambil permen di dalam toples, dia mengambil permen banyak sekali sampai tangannya mengepal besar. Terus karena tangannya terlalu besar, dia pun tidak bisa mengeluarkan tangan dari toples tersebut.


2. Tetaplah bersyukur dengan apa yang kamu miliki dan apa yang kamu dapatkan. 


Orang yang bersyukur, selalu dekat dengan kebahagiaan. 


3. Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.


Kekayaan yang berlebihan tidaklah baik, mengambil kawat dari sungai secara berlebihan juga tidak baik. Yang sedang-sedang saja.


4. Harta kekayaan tidak bisa dibawa mati, jadi jangan terlalu gila mencari harta sampai mengorbankan nyawa.


Coba bayangkan, cape-cape kerja, eh meninggal. Kalau di kasus asal-usul Sungai Kawat ini, dia mati-matian tarik kawat dari sungai biar cepat kaya. Boro-boro kaya, dia malah meninggal tenggelam. Endingnya kawat itu tidak bisa dia ambil, saat dia meninggal pun, dia tidak dikuburkan bersama kawat emas tersebut. Malangnya.


5. Jangan mengabaikan nasihat orang lain.


Saat nelayan mengambil kawat di sungai, ada sebuah suara yang memperingatkannya untuk berhenti. Tapi sayang sekali nasihat itu tidak digubris. 


Orang-orang terlalu angkuh. Menganggap dirinya sangat benar sampai nasihat orang lain tidak didengarkan. Kalimat andalannya adalah, "Urus-urusanmu sendiri." Ini salah besar kawan, gak boleh gitu. Tanpa nasihat, hidup bener-bener hampa dan lebih mudah tersesat.


Di atas adalah beberapa amanat asal-usul cerita Sungai Kawat. Jika menurut kamu amanatnya kurang banyak, kamu bisa mencari tahu sendiri dengan membaca ringkasan cerita Sungai Kawat berikut.


Ayo! Ayo! Jangan malas membaca! 


Ringkasan Cerita Asal Usul Sungai Kawat


Suatu hari seorang nelayan miskin berniat mencari ikan di sungai untuk makan anak dan keluarganya. Dia menaiki sampan kecil, lalu menuju ke sebuah sungai yang dalam dan banyak ikannya. Ia membawa sampannya ke tengah, kemudian mulai memancing.


Berjam-jam berlalu tapi tidak ada ikan yang memakan umpannya. Lalu saat malam hari, nelayan berniat menyerah tapi ada sesuatu yang menahan kail pancingnya. Dia menarik pancingnya yang ternyata cuma dapat seutas kawat. 


Sinar bulan malam itu menerangi kawat tersebut yang usut punya usut ternyata bukan sebuah kawat, tapi emas. Cahaya kekuningannya membuat nelayan bahagia setengah mati.


"Astaga! Ini emas! Ini emas!"


Dia segera menarik seutas kawat itu yang jika ditarik menjadi semakin panjang dan dia menggulungnya di sampan kecil yang ditungganginya. 


"Aku akan menjadi kaya raya! Aku akan menjadi kaya raya!"


Dia terus menarik kawat emas dan ia telah mendapatkan banyak. Tapi dia tidak puas. Dia terus menggulung dan menguning. Hingga muncul sebuah suara yang entah asalnya dari mana.


"Hentikan! Sudah cukup dengan emas yang kau ambil!"


Tapi nelayan itu mengabaikannya.


"Hentikan atau kau akan celaka!"


Nelayan masih tidak mau mendengar nasihat tersebut. Hingga akhirnya, sampannya tidak mampu menanggung beban berat. Dia mulai hilang keseimbangan, dan dia jatuh ke sungai yang dalam. Emas kawat itu menimpa tubuhnya, dia tidak bisa bergerak lalu meninggal. Sejak saat itu, sungai tersebut dinamai sebagai Sungai Kawat.


Cerita pun berakhir tragis. Saya agak teralihkan ke suara misterius yang menasehati nelayan itu. Saya pikir dia adalah 'sosok' yang berniat membantu nelayan yang miskin, dia kasihan pada nelayan itu lalu memberikan emas miliknya tapi sayang sekali, nelayan yang serakah malah meninggal karena tidak mampu bersyukur.


Post a Comment

© Tsubete. All rights reserved. Developed by Jago Desain

Pemblokir Iklan Terdeteksi

Matikan adBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

translate to english