Pengalaman Ikut Lelang Barang Branded di Instagram 

Beli barang branded yang harusnya harga 1 jutaan, jadi 100 ribuan aja. Kok bisa?
auction di instagram

Lelang atau auction di Instagram khusus barang branded, sangat menggiurkan diikuti. Kita bisa dapat sandal, hoodie, sweater, airpods, tas dan lain-lain dari merek brand-brand ternama dengan harga murah. Katanya alasan barang branded yang dijual murah itu karena barang sisa. Jadi mereka berniat melelangnya dengan harapan ada yang mau beli dengan harga tinggi.


Tapi melihat bagaimana orang-orang ikut lelang ini, kebanyakan barang yang terjual ada di nilai rendah. Sebut saja Rp 50.000 sampai Rp 250.000. Jarang ada yang mendekati setengah dari harga asli. Lebih heboh lagi, walaupun barang laku murah, barang tetap dilepas. Apa mereka tidak rugi? Padahal itu kan barang branded.


Begini lah pertanyaan saya waktu itu, sampai akhirnya saya ikut auction atau lelang di Instagram, dan beginilah pengalaman ikut lelang di Instagram. 


Pengalaman Ikut Lelang di Instagram


Saat itu saya ikutan lelang sandal Nike, wkwk. Bid atau bidding atau penawaran, dibuka dari Rp 50k, lalu saya pun menawar harga Rp 50k.


Catatan: sistem lelang di Instagram dimulai dengan membuat penawaran paling minimal dari bid yang ditentukan penjual. Bila bid-nya adalah 50k, maka kita harus menawar di atasnya atau pada harga yang sama. Tidak boleh di bawahnya. Ada juga toko lelang yang jual bid-nya Rp 0. Kita bisa membuat penawaran dari harga terkecil, misal Rp 25k. Mereka memiliki peraturan, kenaikan bid harus kelipatan dari harga Rp 25k, 50k, 10k atau contoh-contoh harga lainnya. Tidak boleh asal-asalan. Gunanya agar harga bid tertata rapi, tidak amburadul.


Kemudian ada yang ngebid di atas saya, dengan mengeluarkan bid Rp 75k. Lalu saya pun menaikkan bid lagi menjadi Rp 100k. Akhirnya saya keluar sebagai pemenangnya.


ikut auction tahun 2020

Jika menang, kita akan di-DM oleh penjual. Dikasih total biaya dan pilihan mau melakukan pembayaran langsung atau lewat Tokopedia. Lalu saya pilih Tokopedia. Saat mau checkout sandal Nike tersebut, saya boleh memesan ukuran sandal. Saya makin kepo, kok bisa barang yang katanya sisa bisa memesan ukuran sandal? Singkat cerita, sendal itu tiba di rumah dengan selamat.


Sandal dikemas di dalam tote bag gambar Nike. Nggak kardus. Terus saya terpukau dengan kerapian potongan pada sandal Nike tersebut. Lemnya bagus banget, kuat dan kokoh. Saya pernah beli sandal model flip flop tapi KW (adegan tidak boleh ditiru), lemnya jelek, dan tidak kokoh, padahal harganya lebih mahal dari harga yang saya dapatkan dari lelang.


Saya tidak tahu itu barang KW atau ori. Yang jelas, sampai sekarang sandalnya masih saya pakai. Beberapa kali keblejok dengan sendal itu, tapi lemnya masih kokoh. Kok bisa ya? Apa jangan-jangan dia emang asli?


Saya pun ketagihan, lalu ikutan lelang untuk kedua kalinya. Saya ikut lelang hoodie Champion wkwk. Saya menang dengan membuat penawaran Rp 75k. Transaksi dilakukan di Tokopedia lagi. Pembelinya amanah, baik, dan nganu. Beberapa hari kemudian, hoodie Champion datang. Sekilas melihat saya langsung tahu bahwa ini palsu. Saya gak pandai menilai barang palsu atau ori, tapi hoodie ini 100% palsu. Saya galau sekali, terus curhat ke teman-teman saya. Alhamdulillah, teman saya memberikan hiburan dangdut dan saya tidak galau lagi.


Saya coba cek ke marketplace gitu, mencari hoodie dengan model yang sama. Ternyata di pasaran dijual di harga 60 ribuan. Modelnya sama banget, bentuk sablonan, capnya pun juga sama. 


Pemilik akun auction segera saya hubungi. Bertanya:


Saya: "Kok barangnya KW ya, Kak."


Penjual: "Iya kah, Kak? Saya tidak tahu. Soalnya ini kiriman dari supplier Kak. Saya tidak memegang barangnya langsung."


Saya menarik kesimpulan, orang-orang yang mempunyai akun auction/lelang di Instagram kebanyakan adalah kaki tangan, mereka memasarkan, sementara pemasoknya adalah orang lain. Saya tidak tahu bagaimana cara mereka berbagai penghasilan. Yang saya bayangkan seperti reseller dan penjual tangan pertama.


Setelah kejadian itu, saya pun mengembalikan hoodie-nya dan meminta uang saya dikembalikan. Apakah uang saya dikembalikan? Iya. Soalnya waktu itu ada masalah teknis, tiba-tiba saldo di Tokopedia tidak diterima oleh pembeli padahal barangnya sudah sampai. Penjualnya waktu itu minta di-transfer dulu uangnya sebelum hoodienya saya kirim menggunakan JNE. Tapi saya tidak mau.


Apakah Akun Lelang di Instagram Penipuan?


Jenis penipuan yang mereka gunakan bukan yang setelah bayar mereka akan kabur lalu blokir akun kita, mereka amanah kok. Tapi sangat disayangkan, barang-barang yang mereka jual tidak semuanya original. Katanya ada yang asli, tapi kebanyakan barang palsu.


Kalau begitu caranya, pantas saja harganya murah. Saya sempat kasihan kepada penjualnya karena yang bid rendah terus. Ternyata oh ternyata. Itulah review dan pengalaman ikut lelang di Instagram saat berburu barang branded. Tahun kapan ya itu, 2020 kalau gak salah. Sudah lama banget.


Post a Comment

© Tsubete. All rights reserved. Developed by Jago Desain

Pemblokir Iklan Terdeteksi

Matikan adBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

translate to english