Cara Mengubah Sertifikat Vaksin Menjadi Sertifikat Tanah

Tolong jangan sebar link artikel ke grup WA isi ibu-ibu ya! Nanti dikira tanda-tanda kiamat.
punya masalah hidup apa sih kawan

Mengubah sertifikat vaksin menjadi sertifikat tanah? Woah, caranya begini teman-teman:


Lihat dulu sertifikat vaksin berikut. Gambarnya seperti ini. 


sertifikat vaksin sebelum dicetak

Kita akan mencoba mengubahnya menjadi sertifikat tanah. Caranya: ucapkan kalimat ini lewat bibir manismu, "Palpale palpale icikiwir keblekok ahiya hiya hiya ep ep gak ada pintu dua tiga anak kucing mau kemana cing awakowakokawok blurudam bladararara." Ucapin sambil menarikan tarian pengusir beruang kutub Bikini Bottom.


Wush~ 

Sertifikat vaksin seketika berubah menjadi seperti ini:


sertifikat tanah

Hmm.


Wahai manusia beriman, untuk mengubah sertifikat vaksin menjadi sertifikat tanah adalah sesuatu hal yang sangat begitu sungguh-sungguh tidak mungkin dilakukan. Tolong pengertiannya, dan jangan menggila seperti ini (ucap saya kepada saya).


Akan tetapi, bagi Anda yang ingin memperoleh kekayaan diri memiliki sertifikat tanah, ayo coba simak beberapa cara berikut.


Cara Mendapatkan Sertifikat Tanah 100% No Root


Di judul saya tidak menulis cara mendapatkan sertifikat tanah secara gratis ya. Gak usah menggila deh (ucap saya kepada saya).


Jadi, setidaknya ada beberapa cara memperoleh sertifikat tanah. Tips ini saya ambil dari bapak saya. Apakah bapak saya memiliki banyak sertifikat tanah? Tidak, bapak saya pengangguran.


  1. Membeli Sertifikat Tanah


Cara pertama mendapatkan sertifikat tanah adalah dengan membeli sertifikat tanah. Bagaimana cara membelinya? 


  • Datangi penjual tanah

  • Berikan uang

  • Pulang


  1. Menunggu Warisan


Kalau orang tua kamu tidak mewariskan surat tanah, yasudah, kamu harus jadi orang tua bagi anak-anak yang mewariskan mereka surat tanah.


"Ini Nak, Bapak kasih sertifikat tanah untuk rumah masa depanmu. Kuburan."


  1. Membeli Sertifikat Tanah dari Orang yang Kepepet 


Kepepet itu seperti, karena punya hutang menumpuk, kepepet kebutuhan sandang dan pangan, karena sekolah/pendidikan, orang yang pengen beli motor tapi tidak punya uang dan sebagainya. Incarannya pada orang-orang yang pengen gaya tapi kekayaannya gak sesuai. Biasanya mereka tanpa pikir panjang (lumayan panjang) menjual tanah mereka karena kebutuhan yang sifatnya cuma pengen, bukan kebutuhan mendesak.


Di desa saya banyak orang macam ini. Ada yang jual tanah karena anak kebelet nikah, jual tanah karena pengen beli motor, jual tanah untuk pendidikan S1 dan sebagainya. Miris banget.


Anak-anaknya pada ngerengek, gak peduli perekonomian orang tua bagaimana. Padahal sertifikat tanah itu kan investasi jangka panjang. Bodoh banget. Mereka lepas gitu aja tanah seluas sekian dengan harga puluhan juta. Padahal kalau mereka sabar sedikit terus dijual di tahun sekarang bisa laku ratusan juta. Aduh saya malah ngomel-ngomel.


Intinya, beli tanah di zaman sekarang itu mahal. Tapi kalau kamu beli dari orang-orang yang kepepet tersebut, harga tanah bisa murah. Agak jahat sih sebenarnya. Tapi mau bagaimana lagi.


  1. Jual Tanah Orang


Astaghfirullah, maksud saya bukan mencuri sertifikat tanah orang lalu menjualnya ya! Tapi membantu orang yang sedang menjual tanah untuk menjual tanahnya ke orang lain. Orang-orang awam yang pengen jual tanah itu gak begitu tahu cara jualan sendiri (biasanya orang desa). Mereka minta bantuan orang yang lebih ahli gitu.


Kalau berhasil menjual, kita sebagai marketingnya bisa dapat imbalan uang sekian juta (ada yang sampai belasan dan puluhan juta). Manfaatkan uang itu, kumpulkan sebanyak-banyaknya, kalau sudah banyak terkumpul, kamu gunakan buat beli tanah.


Dah ah, males nulis artikel gak jelas. Dadah.


Post a Comment

© Tsubete. All rights reserved. Developed by Jago Desain

Pemblokir Iklan Terdeteksi

Matikan adBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

translate to english